dust

Setiap orang berhak untuk mengeluarkan pendapat. tapi terkadang apa yang kita sampaikan itu membuat orang lain beropini lain. membuat orang lain berpendapat lain. dan berkhayal lain dari apa yang kita sampaikan. membuat orang salah tanggap. dan membuatnya merasa kita menyalahkannya.

Beberapa tahun yang lalu seorang sahabat sedang berdebat dengan saya tentang banyak hal. saya rasa dia sangat menggangu saya. sampai suatu ketika keberadaannya tidak saya rasakan lagi. ketika saya tidak dapat mendengar suaranya lagi. tak lage mendengar kritikannya. tak lage saya dengar dia mengoceh dan mengomentari posting-postingan saya. tidak lage mendengar bahwa saya orang yang payah. tidak lagi mendengar dia mendendangkan opini2nya tentang saya. sahabat saya berpulang ke rumah-NYA.

sebulan lamanya saya hanya terdiam. merasa bahwa jika hari itu saya mendengarkan dia. jika saat itu apa yang dia katakan adalah sebuah kebenaran. jika saja saya melakukan hal2 yang ia pinta untuk lakukan. jika saya menurut saja tanpa ada keraguan. sekarang saya menyesal. mengapa dulu saya tidak mendengarmu sebentar saja. mengapa tidak meluangkan waktu untuk bersamamu sejenak saja.

Hidup itu seperti debu….nikmatilah selagi sang MAHA KUASA memberimu waktu untuk itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s